Alilanthoq Blog

EFUSI PLEURA

Posted on: Juli 27, 2010

DEFINISI
Efusi Pleura (Fluid in the chest; Pleural fluid) adalah pengumpulan cairan di dalam rongga pleura. Rongga pleura adalah rongga yang terletak diantara selaput yang melapisi paru-paru dan rongga dada. Dalam keadaan normal, hanya ditemukan selapis cairan tipis yang memisahkan kedua lapisan pleura.

Jenis cairan lainnya yang bisa terkumpul di dalam rongga pleura adalah darah, nanah, cairan seperti susu dan cairan yang mengandung kolesterol tinggi. Hemotoraks (darah di dalam rongga pleura) biasanya terjadi karena cedera di dada.

Penyebab lainnya adalah:
– pecahnya sebuah pembuluh darah yang kemudian mengalirkan darahnya ke dalam rongga pleura
– kebocoran aneurisma aorta (daerah yang menonjol di dalam aorta) yang kemudian mengalirkan darahnya ke dalam rongga pleura
– gangguan pembekuan darah.

Darah di dalam rongga pleura tidak membeku secara sempurna, sehingga biasanya mudah dikeluarkan melelui sebuah jarum atau selang. Empiema (nanah di dalam rongga pleura) bisa terjadi jika pneumonia atau abses paru menyebar ke dalam rongga pleura.

Empiema bisa merupakan komplikasi dari:
Pneumonia
– Infeksi pada cedera di dada
– Pembedahan dada
– Pecahnya kerongkongan
– Abses di perut.

Kilotoraks (cairan seperti susu di dalam rongga dada) disebabkan oleh suatu cedera pada saluran getah bening utama di dada (duktus torakikus) atau oleh penyumbatan saluran karena adanya tumor. Rongga pleura yang terisi cairan dengan kadar kolesterol yang tinggi terjadi karena efusi pleura menahun yang disebabkan oleh tuberkulosis atau artritis rematoid.

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, cairan pleura dibentuk dalam jumlah kecil untuk melumasi permukaan pleura (pleura adalah selaput tipis yang melapisi rongga dada dan membungkus paru-paru).

Bisa terjadi 2 jenis efusi yang berbeda:

  1. Efusi pleura transudativa, biasanya disebabkan oleh suatu kelainan pada tekanan normal di dalam paru-paru.
    Jenis efusi transudativa yang paling sering ditemukan adalah gagal jantung kongestif.
  2. Efusi pleura eksudativa terjadi akibat peradangan pada pleura, yang seringkali disebabkan oleh penyakit paru-paru.
    Kanker, tuberkulosis dan infeksi paru lainnya, reaksi obat, asbetosis dan sarkoidosis merupakan beberapa contoh penyakit yang bisa menyebabkan efusi pleura eksudativa.

Penyebab lain dari efusi pleura adalah:

  • Gagal jantung
  • Kadar protein darah yang rendah
  • Sirosis
  • Pneumonia
  • Blastomikosis
  • Koksidioidomikosis
  • Tuberkulosis
  • Histoplasmosis
  • Kriptokokosis
  • Abses dibawah diafragma
  • Artritis rematoid
  • Pankreatitis
  • Emboli paru
  • Tumor
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Pembedahan jantung
  • Cedera di dada
  • Obat-obatan (hidralazin, prokainamid, isoniazid, fenitoin,klorpromazin, nitrofurantoin, bromokriptin, dantrolen, prokarbazin)
  • Pemasanan selang untuk makanan atau selang intravena yang kurang baik.

GEJALA
Gejala yang paling sering ditemukan (tanpa menghiraukan jenis cairan yang terkumpul ataupun penyebabnya) adalah sesak nafas dan nyeri dada (biasanya bersifat tajam dan semakin memburuk jika penderita batuk atau bernafas dalam). Kadang beberapa penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
– batuk
– cegukan
– pernafasan yang cepat
– nyeri perut.

DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik, dengan bantuan stetoskop akan terdengar adanya penurunan suara pernafasan.

Untuk membantu memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan berikut:

  • Rontgen dada
    Rontgen dada biasanya merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk mendiagnosis efusi pleura, yang hasilnya menunjukkan adanya cairan.
  • CT scan dada
    CT scan dengan jelas menggambarkan paru-paru dan cairan dan bisa menunjukkan adanya pneumonia, abses paru atau tumor
  • USG dada
    USG bisa membantu menentukan lokasi dari pengumpulan cairan yang jumlahnya sedikit, sehingga bisa dilakukan pengeluaran cairan.
  • Torakosentesis
    Penyebab dan jenis dari efusi pleura biasanya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan terhadap contoh cairan yang diperoleh melalui torakosentesis (pengambilan cairan melalui sebuah jarum yang dimasukkan diantara sela iga ke dalam rongga dada dibawah pengaruh pembiusan lokal).
  • Biopsi
    Jika dengan torakosentesis tidak dapat ditentukan penyebabnya, maka dilakukan biopsi, dimana contoh lapisan pleura sebelah luar diambil untuk dianalisa.
    Pada sekitar 20% penderita, meskipun telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, penyebab dari efusi pleura tetap tidak dapat ditentukan.
  • Analisa cairan pleura
  • Bronkoskopi
    Bronkoskopi kadang dilakukan untuk membantu menemukan sumber cairan yang terkumpul.

PENGOBATAN
Jika jumlah cairannya sedikit, mungkin hanya perlu dilakukan pengobatan terhadap penyebabnya. Jika jumlah cairannnya banyak, sehingga menyebabkan penekanan maupun sesak nafas, maka perlu dilakukan tindakan drainase (pengeluaran cairan yang terkumpul).

Cairan bisa dialirkan melalui prosedur torakosentesis, dimana sebuah jarum (atau selang) dimasukkan ke dalam rongga pleura. Torakosentesis biasanya dilakukan untuk menegakkan diagnosis, tetapi pada prosedur ini juga bisa dikeluarkan cairan sebanyak 1,5 liter. Jika jumlah cairan yang harus dikeluarkan lebih banyak, maka dimasukkan sebuah selang melalui dinding dada.

Pada empiema diberikan antibiotik dan dilakukan pengeluaran nanah. Jika nanahnya sangat kental atau telah terkumpul di dalam bagian fibrosa, maka pengaliran nanah lebih sulit dilakukan dan sebagian dari tulang rusuk harus diangkat sehingga bisa dipasang selang yang lebih besar. Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk memotong lapisan terluar dari pleura (dekortikasi).

Pada tuberkulosis atau koksidioidomikosis diberikan terapi antibiotik jangka panjang. Pengumpulan cairan karena tumor pada pleura sulit untuk diobati karena cairan cenderung untuk terbentuk kembali dengan cepat. Pengaliran cairan dan pemberian obat antitumor kadang mencegah terjadinya pengumpulan cairan lebih lanjut.

Jika pengumpulan cairan terus berlanjut, bisa dilakukan penutupan rongga pleura. Seluruh cairan dibuang melalui sebuah selang, lalu dimasukkan bahan iritan (misalnya larutan atau serbuk doxicycline) ke dalam rongga pleura. Bahan iritan ini akan menyatukan kedua lapisan pleura sehingga tidak lagi terdapat ruang tempat pengumpulan cairan tambahan.

Jika darah memasuki rongga pleura biasanya dikeluarkan melalui sebuah selang. Melalui selang tersebut bisa juga dimasukkan obat untuk membantu memecahkan bekuan darah (misalnya streptokinase dan streptodornase). Jika perdarahan terus berlanjut atau jika darah tidak dapat dikeluarkan melalui selang, maka perlu dilakukan tindakan pembedahan.

Pengobatan untuk kilotoraks dilakukan untuk memperbaiki kerusakan saluran getah bening. Bisa dilakukan pembedahan atau pemberian obat antikanker untuk tumor yang menyumbat aliran getah bening.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Its Me

SELAMAT DATANG

Hai..sobat, blog ini aku jadikan flasdisc di diawang-awang, aku tulis apa yang ingin aku tulis, aku simpan apa yang ingin aku simpan, seputar anatomi dan fisiologi manusia, penyakit dan materi kuliah keperawatan Semoga bermanfaat...
Juli 2010
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

RSS Blog seorang dokter

  • Docquity, Aplikasi CME Online Untuk Dapatkan SKP IDI Desember 9, 2016
    Undang Undang Praktek Kedokteran mewajibkan setiap dokter yang praktek di wilayah Indonesia untuk teregistrasi di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Setelah mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR), seorang dokter baru boleh mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Ijin Praktek (SIP). STR dan SIP…Membaca lebih Docquity, Aplikasi CME Online Untuk Dapatka […]
    dokterMade
  • 5 Kunci Kebiasaan Makan Yang Sehat Desember 8, 2016
    Kebiasaan makan kebanyakan dibentuk saat masa kanak kanak. Namun bukan berarti saat dewasa kita tidak bisa mengubah kebiasaan makan dari kebiasaan makan yang buruk ke kebiasaan makan yang lebih sehat. Mengubah pola dan kebiasaan makan ke arah yang lebih sehat…Membaca lebih 5 Kunci Kebiasaan Makan Yang Sehat ›
    dokterMade
  • Mari Mengenal Siklus Haid Seorang Wanita Desember 8, 2016
    Siklus haid merupakan ritual rutin bulanan yang dialami oleh seorang wanita saat usia reproduktif. Walaupun tiap bulan mengalami siklus haid, tidak semua wanita memahami apa yang terjadi pada tubuhnya saat siklus haid. Berikut video menarik yang menggambarkan apa yang dialami…Membaca lebih Mari Mengenal Siklus Haid Seorang Wanita ›
    dokterMade
  • Gempa Aceh Pidie Desember 7, 2016
    Turut berduka atas musibah bencana alam yang menimpa saudara saudara kita di Pidie, Aceh. Semoga mereka diberikan ketabahan dalam menghadapi bencana ini. Seperti diberitakan, wilayah Pidie, Aceh diguncang gempa bumi berkekuatan 6,4 SR tadi pagi. Gempa bumi yang lumayan dasyat…Membaca lebih Gempa Aceh Pidie ›
    dokterMade
  • 3 Jenis Olahraga Yang Bikin Panjang Umur Desember 7, 2016
    Sedang mencari hobi yang baru? Cobalah olahraga tenis, renang dan menari, sebab menurut studi terbaru yang dipublikasikan dalam British Journal of Sport Medicine, ketiga jenis olahraga tersebut bermanfaat sebagai obat panjang umur. Analisis yang dilakukan terhadap enam jenis olahraga, peneliti memperoleh…Membaca lebih 3 Jenis Olahraga Yang Bikin Panjang Umur […]
    dokterMade
%d blogger menyukai ini: