Alilanthoq Blog

Mungkin pembaca heran membaca Judul diatas, judul diatas terinspirasi dari bacaan saya setelah membaca blog PPNI, yang membahas tentang UU Keperawatan yang masih terkatung-katung, nasib saudara kita yang masuk penjara gara2 membantu masyarakat. Coba saudara-simak tulisan dibawah ini :

Ditulis Oleh : M. Subhan
Jakarta – Masih ingat kasus Misran, mantri desa pedalaman Kalimantan yang dipenjara karena menolong pasien? Kini, kasus serupa menimpa juga terhadap Irfan Wahyudi, (36), mantri di desa Trebungan, Mangaran, Situbondo, Jawa Timur.

Akibat pemberlakuan UU Kesehatan, Irfan Hidayat ditangkap polisi dan kini siap-siap meringkuk di penjara.

“Irfan ditangkap pada Rabu 8 Desember 2010. Barang buktinya obat silomidia  dan vitamin ,” kata Ketua Persatuan Perawat Situbondo, Imam Hidayat, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Kamis,
(13/1/2010).

Irfan ditangkap di rumahnya, Desa Triwungun, Kecamatan Mangaran, Situbondo. Dia didatangi oleh anggota polisi dari Polres Situbondo. Lantas, digiringlah Irfan ke Mapolres Situbondo dan dilakukan pemberkasan berita acara pemeriksaan.

“Dia dituduh melanggar pasal 108 UU Kesehatan. Dalam UU tersebut, yang berwenang memberikan pengobatan hanya dokter,” ujar Imam.

Jelang malam, para perawat meminta polisi untuk tidak menahan Irfan. Permintaan tersebut dipenuhi namun proses hukum jalan terus. Alhasil, Irfan yang telah menggeluti profesi mantri desa lebih dari 10 tahun kini harap-harap cemas karena bui mengancam di depan mata.

“Saat ini berkasnya tinggal dimasukkan ke pengadilan,” tutur Imam.

Adapun untuk kasus yang menimpa mantri desa Misran sendiri bermula ketika hakim PN Tenggarong menghukum 3 bulan penjara, denda Rp 2 juta rupiah subsider 1 bulan pada 19 November 2009. Hakim menjatuhkan hukuman berdasarkan UU 36/ 2009 tentang Kesehatan pasal 82 (1) huruf D jo Pasal 63 (1) UU No 32/1992 tentang Kesehatan yaitu Mirsam tak punya kewenangan memberikan pertolongan layaknya dokter.

Putusan ini lalu dikuatkan oleh PT Samarinda, beberapa waktu setelah itu. Akibat putusan pengadilan ini, 8 mantri memohon keadilan ke MK karena merasa dikriminalisasikan oleh UU Kesehatan.
(asp/lrn)

sumber http://www.inna-ppni.or.id

Terus terang saya sangat perihatin terhadap kasus teman-teman kita Misran dan Irfan, dan tidak menutup kemungkinan ada kasus-kasus serupa yang menimpa teman-teman kita (perawat) di daerah lain namun tidak terekspos. Masalah diatas adalah salah satu bukti konkrit ketidakpdulian pemerintah terhadap perawat karena tidak adanya payung hukum bagi perawat dalam menjalankan profesinya, ketakutan dan kecemasan selalu mengantui kita, berbagai masalah akan siap menerkam kita dan menyeret kita ke jeruji besi. UU Keperawatan yang kita nanti-nanti tidak kunjung tiba karena pemerintah dan DPR masih sibuk mengurus Century, Gayus, Lavindo, dll.

Kontribusi Perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak bisa dipungkiri lagi..perannya sangat besar walaupun saya tidak bisa membuktikannya dengan angka-angka statistik. Coba bayangkan apa jadinya RS tanpa perawat, terlebih-lebih di tingkat Puskesmas peran perawat sangat menonjol, seandainya satu hari saja semua perawat tidak bisa masuk kerja bayangkan saja apa yang terjadi , apalagi kalau satu minggu pasti kacau balau dan kocar kacir pelayanan di Puskesmas/RS.

Kembali kepermasalahan perawat di desa. Kita (perawat) yang bertugas di Puskesmas Pembantu (pustu) di desa sangat tidak mungkin nyelonong begitu saja, kita bertugas karena ada SK. Di Pustu kita diberikan bekal obat-obatan,alat bedah minor,tensi meter dan stetoskop. Kewajiban kita adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat stand by 24 jam salah satunya adalah memberikan pengobatan, pelayanan yang kita berikan tidak kenal siang atau malam, tidak kenal hujan atau musim kemarau, singkatnya dalam semua waktu dan segala lini kita siap.

Semua perawat di Indonesia ini tahu bahwa tindakan medis  dan pemberian pengobatan adalah hak dokter, lalu bagaimana dengan masyarakat di desa apakah harus menunggu dokter memberikan pengobatan sementara kita tahu dokter di Puskesmas Induk hanya satu orang, masyarakat yang dilayani banyak dan tersebar diberbagai desa, disinilah letak unggulnya perawat, peran dokter mau tidak mau..suka tidak suka dengan segala resiko peran dokter diambil alih oleh perawat. Perlu di pahami bahwa pemberian pengobatan oleh perawat bukan hanya sekedar pemberian saja, perawat juga tahu pengobatan karena kita diberikan ilmu pengobatan waktu kuliah. Saya yakin kondisi ini pejabat-pejabat besar di jajaran kesehatan baik itu di kabupaten,provinsi dan pusat  sudah tahu, tapi begitu perawat terpeleset baru mereka berkoar dan mengatakan “kenapa kamu lakukan itu”?..”itu haknya dokter”…”Kamu sok pintar”..’kamu tidak boleh melakukan itu”..dan lain-lain sebagainya

Perawat yang bertugas di Pustu penuh dengan resiko, dibutuhkan nyali dan keberanian tersediri. Sebagai seorang manusia biasa yang penuh dengan kekurangan perasaan takut dan ngeri bila mendengar teman perawat masuk jeruji besi pasti ada. Tapi saya yakin teman-teman yang mengalami masalah bukan karena faktor kesengajaan, semua itu  adalah ujian dari Allah agar selalu berhati-hati dlm menjalankan semua tindakan.

Ada beberapa pertanyaan dibenak saya yang sampai saat ini belum ada jawabannya. siapakah yang akan melindungi kita bila kita menemukan masalah..? sudah jelas dalam UU Kesehatan bahwa yang berhak memberikan pengobatan adalah dokter lalu kenapa pemerintah (Depkes) masih menempatkan Perawat di Puskesmas Pembantu, diberikan Alkes dan obat-obatan ..? Kenapa disetiap Pustu tidak ditempatkan dokter dan apoteker..? Kenapa di Puskesmas rawat inap dokter hanya satu atau mungkin jawabannya “cukuplah” kan ada perawat, lagi-lagi perawat yang diandalkan. Gilirannya perawat ketiban sial semua bungkam bagaikan sapi tertusuk kayu..diam dan tidak ada pembelaan.

 

 

Darah merupakan gabungan dari cairan,sel-sel dan partikel yang menyerupai sel, yang mengalir dalam arteri, kapiler dan vena; yang mengirimkan oksigen dan zat-zat gizi ke jaringan dan membawa karbon dioksida dan hasil limbah lainnya. Darah manusia berwarna merah, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin, yaitu protein darah yang mengandung zat besi (heme), yang merupakan tempat melekatnya molekul-molekul oksigen (http://id.wikipedia.org/Darah)

KOMPONEN CAIRAN.

Lebih dari separuh (55%) bagian dari darah merupakan cairan (plasma), yang sebagian besar mengandung garam-garam terlarut dan protein. Protein utama dalam plasma adalah albumin. Protein lainnya adalah antibodi (imunoglobulin) dan protein pembekuan.

– mengandung hormon-hormon, elektrolit, lemak, gula, mineral dan vitamin.
– merupakan cadangan air untuk tubuh
– mencegah mengkerutnya dan tersumbatnya pembuluh darah
– membantu mempertahankan tekanan darah dan sirkulasi ke seluruh tubuh.
– mendinginkan dan menghangatkan tubuh sesuai dengan kebutuhan.

KOMPONEN SEL

Sekitar 45% bagian dari darah merupakan komponen Sel Darah, yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Sel darah merah (eritrosit).

Merupakan sel yang paling banyak dibandingkan dengan 2 sel lainnya, dalam keadaan normal mencapai hampir separuh dari volume darah. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen dipakai untuk membentuk energi bagi sel-sel, dengan bahan limbah berupa karbon dioksida, yang akan diangkut oleh sel darah merah dari jaringan dan kembali ke paru-paru.

2. Sel darah putih (leukosit).

Jumlahnya lebih sedikit, dengan perbandingan sekitar 1 sel darah putih untuk setiap 660 sel darah merah. Terdapat 5 jenis utama dari sel darah putih yang bekerja sama untuk membangun mekanisme utama tubuh dalam melawan infeksi, termasuk menghasilkan antibodi. Yaitu :

  • Neutrofil,

Diisebut juga  granulosit karena berisi enzim yang mengandung granul-granul, jumlahnya paling banyak. Neutrofil membantu melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan jamur dan mencerna benda asing sisa-sisa peradangan.
Ada 2 jenis neutrofil, yaitu neutrofil berbentuk pita (imatur, belum matang) dan neutrofil bersegmen (matur, matang).

  • Limfosit

memiliki 2 jenis utama, yaitu limfosit T (memberikan perlindungan terhadap infeksi virus dan bisa menemukan dan merusak beberapa sel kanker) dan limfosit B (membentuk sel-sel yang menghasilkan antibodi atau sel plasma).

  • Monosit

mencerna sel-sel yang mati atau yang rusak dan memberikan perlawanan imunologis terhadap berbagai organisme penyebab infeksi.

  • Eosinofil

membunuh parasit, merusak sel-sel kanker dan berperan dalam respon alergi.

  • Basofil  juga berperan dalam respon alergi.

 

3.Platelet (trombosit).

Merupakan paritikel yang menyerupai sel, dengan ukuran lebih kecil daripada sel darah merah atau sel darah putih.

Sebagai bagian dari mekanisme perlindungan darah untuk menghentikan perdarahan, trombosit berkumpul pada daerah yang mengalami perdarahan dan mengalami pengaktivan. Setelah mengalami pengaktivan, trombosit akan melekat satu sama lain dan menggumpal untuk membentuk sumbatan yang membantu menutup pembuluh darah dan menghentikan perdarahan. Pada saat yang sama, trombosit melepaskan bahan yang membantu mempermudah pembekuan.

Sel darah merah cenderung untuk mengalir dengan lancar dalam pembuluh darah, tetapi tidak demikian halnya dengan sel darah putih. Banyak sel darah putih yang menempel pada dinding pembuluh darah atau bahkan menembus dinding untuk masuk ke jaringan yang lain.

Jika sel darah putih sampai ke daerah yang mengalami infeksi atau masalah lainnya, mereka melepaskan bahan-bahan yang akan lebih banyak menarik sel darah putih.
Fungsi sel darah putih adalah seperti tentara, menyebar di seluruh tubuh, tetapi siap untuk dikumpulkan dan melawan berbagai organisme yang masuk ke dalam tubuh.

Sumber : http://medicastore.com/penyakit/160/Biologi_Darah.html

Bernapas adalah peroses mengeluarkan dan memasukkan udara dari dan ke paru-paru melalui  saluran pernapasan. masuknya udara ke paru-paru karena tekanan didalam paru-paru rendah kalau tinggi udara tidak dapat masuk, tekanan yang rendah ini disebabkan karena pengaruh diafragma yang kontraksi (turun ke bawah), tulang rusak yang mengembang (termasuk otot-otot diantara rusuk) dan menyebabkan rongga dada mengembang, hal inilah yang menyebabkan tekanan didalam paru-paru rendah sehingga udara bisa masuk.

 

Masuknya udara ke paru-paru adalah untuk menyerap Oksigen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, tanpa oksigen segala mekanisme didalam tubuh akan terganggu. oksigen yang diserap ini diberikan ke darah..proses pemberian ini terjadi di alveoli dan disebut proses difusi, dimana oksigen yang diberikan ke darah itu ditukar dengan Karbondioksida, Oksigen ini kemudian diikat oleh Hemoglobin (Hb) kemudian Hb berubah nama menjadi Oksihemoglobin, selanjutnya Oksihemoglobin bergerak didalam sistem peredaran darah untuk membagi-bagi oksigen yang dibawanya ke jaringan2 atau sel2, setelah oksigen yang dibawa Hb itu habis, maka Oksihemoglobin itu menjadi Hb kembali, untuk menjadi Oksihemoglbin lagi harus ada pemberian Oksigen oleh paru-paru. nah proses ini merupakan suatu siklus yang tidak pernah akan berhenti sepanjang manusia itu hidup.

 

Pasokan oksigen ke tingkat jaringan atau sel di dalam tubuh akan terganggu atau berkurang bila salah satu sistem pernapasan kita terganggu (termasuk tulang rusuk dan otot dada), adanya gangguan pada sistem pencernaan yang menyebabkan diafragma tidak leluasa mengembang, dan adanya gangguan pada sistem peredaran darah. Hal-hal apa saja yang menyebabkan terganggunya saluran pernapsan, nanti dah saya posting lagi.

 

Merokok bagi sebagian orang dianggap sudah sebagai kebutuhan atau makanan pokok kedua setelah nasi, Makan tanpa merokok akan sayur tak bergaram begitulah anggapan bagi mereka yang perokok..yahk termasuk saya nih, padahal dari sebatang rokok saja sudah bisa merenggut sebagian dari kehidupan kita

DEFINISI
Efusi Pleura (Fluid in the chest; Pleural fluid) adalah pengumpulan cairan di dalam rongga pleura. Rongga pleura adalah rongga yang terletak diantara selaput yang melapisi paru-paru dan rongga dada. Dalam keadaan normal, hanya ditemukan selapis cairan tipis yang memisahkan kedua lapisan pleura.

Jenis cairan lainnya yang bisa terkumpul di dalam rongga pleura adalah darah, nanah, cairan seperti susu dan cairan yang mengandung kolesterol tinggi. Hemotoraks (darah di dalam rongga pleura) biasanya terjadi karena cedera di dada.

Penyebab lainnya adalah:
– pecahnya sebuah pembuluh darah yang kemudian mengalirkan darahnya ke dalam rongga pleura
– kebocoran aneurisma aorta (daerah yang menonjol di dalam aorta) yang kemudian mengalirkan darahnya ke dalam rongga pleura
– gangguan pembekuan darah.

Darah di dalam rongga pleura tidak membeku secara sempurna, sehingga biasanya mudah dikeluarkan melelui sebuah jarum atau selang. Empiema (nanah di dalam rongga pleura) bisa terjadi jika pneumonia atau abses paru menyebar ke dalam rongga pleura.

Empiema bisa merupakan komplikasi dari:
Pneumonia
– Infeksi pada cedera di dada
– Pembedahan dada
– Pecahnya kerongkongan
– Abses di perut.

Kilotoraks (cairan seperti susu di dalam rongga dada) disebabkan oleh suatu cedera pada saluran getah bening utama di dada (duktus torakikus) atau oleh penyumbatan saluran karena adanya tumor. Rongga pleura yang terisi cairan dengan kadar kolesterol yang tinggi terjadi karena efusi pleura menahun yang disebabkan oleh tuberkulosis atau artritis rematoid.

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, cairan pleura dibentuk dalam jumlah kecil untuk melumasi permukaan pleura (pleura adalah selaput tipis yang melapisi rongga dada dan membungkus paru-paru).

Bisa terjadi 2 jenis efusi yang berbeda:

  1. Efusi pleura transudativa, biasanya disebabkan oleh suatu kelainan pada tekanan normal di dalam paru-paru.
    Jenis efusi transudativa yang paling sering ditemukan adalah gagal jantung kongestif.
  2. Efusi pleura eksudativa terjadi akibat peradangan pada pleura, yang seringkali disebabkan oleh penyakit paru-paru.
    Kanker, tuberkulosis dan infeksi paru lainnya, reaksi obat, asbetosis dan sarkoidosis merupakan beberapa contoh penyakit yang bisa menyebabkan efusi pleura eksudativa.

Penyebab lain dari efusi pleura adalah:

  • Gagal jantung
  • Kadar protein darah yang rendah
  • Sirosis
  • Pneumonia
  • Blastomikosis
  • Koksidioidomikosis
  • Tuberkulosis
  • Histoplasmosis
  • Kriptokokosis
  • Abses dibawah diafragma
  • Artritis rematoid
  • Pankreatitis
  • Emboli paru
  • Tumor
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Pembedahan jantung
  • Cedera di dada
  • Obat-obatan (hidralazin, prokainamid, isoniazid, fenitoin,klorpromazin, nitrofurantoin, bromokriptin, dantrolen, prokarbazin)
  • Pemasanan selang untuk makanan atau selang intravena yang kurang baik.

GEJALA
Gejala yang paling sering ditemukan (tanpa menghiraukan jenis cairan yang terkumpul ataupun penyebabnya) adalah sesak nafas dan nyeri dada (biasanya bersifat tajam dan semakin memburuk jika penderita batuk atau bernafas dalam). Kadang beberapa penderita tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
– batuk
– cegukan
– pernafasan yang cepat
– nyeri perut.

DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik, dengan bantuan stetoskop akan terdengar adanya penurunan suara pernafasan.

Untuk membantu memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan berikut:

  • Rontgen dada
    Rontgen dada biasanya merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk mendiagnosis efusi pleura, yang hasilnya menunjukkan adanya cairan.
  • CT scan dada
    CT scan dengan jelas menggambarkan paru-paru dan cairan dan bisa menunjukkan adanya pneumonia, abses paru atau tumor
  • USG dada
    USG bisa membantu menentukan lokasi dari pengumpulan cairan yang jumlahnya sedikit, sehingga bisa dilakukan pengeluaran cairan.
  • Torakosentesis
    Penyebab dan jenis dari efusi pleura biasanya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan terhadap contoh cairan yang diperoleh melalui torakosentesis (pengambilan cairan melalui sebuah jarum yang dimasukkan diantara sela iga ke dalam rongga dada dibawah pengaruh pembiusan lokal).
  • Biopsi
    Jika dengan torakosentesis tidak dapat ditentukan penyebabnya, maka dilakukan biopsi, dimana contoh lapisan pleura sebelah luar diambil untuk dianalisa.
    Pada sekitar 20% penderita, meskipun telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, penyebab dari efusi pleura tetap tidak dapat ditentukan.
  • Analisa cairan pleura
  • Bronkoskopi
    Bronkoskopi kadang dilakukan untuk membantu menemukan sumber cairan yang terkumpul.

PENGOBATAN
Jika jumlah cairannya sedikit, mungkin hanya perlu dilakukan pengobatan terhadap penyebabnya. Jika jumlah cairannnya banyak, sehingga menyebabkan penekanan maupun sesak nafas, maka perlu dilakukan tindakan drainase (pengeluaran cairan yang terkumpul).

Cairan bisa dialirkan melalui prosedur torakosentesis, dimana sebuah jarum (atau selang) dimasukkan ke dalam rongga pleura. Torakosentesis biasanya dilakukan untuk menegakkan diagnosis, tetapi pada prosedur ini juga bisa dikeluarkan cairan sebanyak 1,5 liter. Jika jumlah cairan yang harus dikeluarkan lebih banyak, maka dimasukkan sebuah selang melalui dinding dada.

Pada empiema diberikan antibiotik dan dilakukan pengeluaran nanah. Jika nanahnya sangat kental atau telah terkumpul di dalam bagian fibrosa, maka pengaliran nanah lebih sulit dilakukan dan sebagian dari tulang rusuk harus diangkat sehingga bisa dipasang selang yang lebih besar. Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk memotong lapisan terluar dari pleura (dekortikasi).

Pada tuberkulosis atau koksidioidomikosis diberikan terapi antibiotik jangka panjang. Pengumpulan cairan karena tumor pada pleura sulit untuk diobati karena cairan cenderung untuk terbentuk kembali dengan cepat. Pengaliran cairan dan pemberian obat antitumor kadang mencegah terjadinya pengumpulan cairan lebih lanjut.

Jika pengumpulan cairan terus berlanjut, bisa dilakukan penutupan rongga pleura. Seluruh cairan dibuang melalui sebuah selang, lalu dimasukkan bahan iritan (misalnya larutan atau serbuk doxicycline) ke dalam rongga pleura. Bahan iritan ini akan menyatukan kedua lapisan pleura sehingga tidak lagi terdapat ruang tempat pengumpulan cairan tambahan.

Jika darah memasuki rongga pleura biasanya dikeluarkan melalui sebuah selang. Melalui selang tersebut bisa juga dimasukkan obat untuk membantu memecahkan bekuan darah (misalnya streptokinase dan streptodornase). Jika perdarahan terus berlanjut atau jika darah tidak dapat dikeluarkan melalui selang, maka perlu dilakukan tindakan pembedahan.

Pengobatan untuk kilotoraks dilakukan untuk memperbaiki kerusakan saluran getah bening. Bisa dilakukan pembedahan atau pemberian obat antikanker untuk tumor yang menyumbat aliran getah bening.

PNEUMONIA

Sumber : (http://www.infeksi.com)

Pnemonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru -paru(alveoli). Terjadinya pnemonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia). Gejala penyakit ini berupa napas cepat dan napas sesak, karena paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 1 tahun, dan 40 kali permenit atau lebih pada anak usia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun. Pada anak dibawah usia 2 bulan, tidak dikenal diagnosis pnemonia. Baca entri selengkapnya »

Asma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami Penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara.

Penyebab

Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Baca entri selengkapnya »

Its Me

SELAMAT DATANG

Hai..sobat, blog ini aku jadikan flasdisc di diawang-awang, aku tulis apa yang ingin aku tulis, aku simpan apa yang ingin aku simpan, seputar anatomi dan fisiologi manusia, penyakit dan materi kuliah keperawatan Semoga bermanfaat...
Desember 2016
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

RSS Blog seorang dokter

  • Docquity, Aplikasi CME Online Untuk Dapatkan SKP IDI Desember 9, 2016
    Undang Undang Praktek Kedokteran mewajibkan setiap dokter yang praktek di wilayah Indonesia untuk teregistrasi di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Setelah mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR), seorang dokter baru boleh mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Ijin Praktek (SIP). STR dan SIP…Membaca lebih Docquity, Aplikasi CME Online Untuk Dapatka […]
    dokterMade
  • 5 Kunci Kebiasaan Makan Yang Sehat Desember 8, 2016
    Kebiasaan makan kebanyakan dibentuk saat masa kanak kanak. Namun bukan berarti saat dewasa kita tidak bisa mengubah kebiasaan makan dari kebiasaan makan yang buruk ke kebiasaan makan yang lebih sehat. Mengubah pola dan kebiasaan makan ke arah yang lebih sehat…Membaca lebih 5 Kunci Kebiasaan Makan Yang Sehat ›
    dokterMade
  • Mari Mengenal Siklus Haid Seorang Wanita Desember 8, 2016
    Siklus haid merupakan ritual rutin bulanan yang dialami oleh seorang wanita saat usia reproduktif. Walaupun tiap bulan mengalami siklus haid, tidak semua wanita memahami apa yang terjadi pada tubuhnya saat siklus haid. Berikut video menarik yang menggambarkan apa yang dialami…Membaca lebih Mari Mengenal Siklus Haid Seorang Wanita ›
    dokterMade
  • Gempa Aceh Pidie Desember 7, 2016
    Turut berduka atas musibah bencana alam yang menimpa saudara saudara kita di Pidie, Aceh. Semoga mereka diberikan ketabahan dalam menghadapi bencana ini. Seperti diberitakan, wilayah Pidie, Aceh diguncang gempa bumi berkekuatan 6,4 SR tadi pagi. Gempa bumi yang lumayan dasyat…Membaca lebih Gempa Aceh Pidie ›
    dokterMade
  • 3 Jenis Olahraga Yang Bikin Panjang Umur Desember 7, 2016
    Sedang mencari hobi yang baru? Cobalah olahraga tenis, renang dan menari, sebab menurut studi terbaru yang dipublikasikan dalam British Journal of Sport Medicine, ketiga jenis olahraga tersebut bermanfaat sebagai obat panjang umur. Analisis yang dilakukan terhadap enam jenis olahraga, peneliti memperoleh…Membaca lebih 3 Jenis Olahraga Yang Bikin Panjang Umur […]
    dokterMade